No icon

5 Kondisi Ini Picu Orang untuk Bunuh Diri

Surabaya, pocimedia.com - Beberapa hari lalu penduduk dunia, khususnya bagi para pecinta K-pop patut terpaksa dibuat terkejut dengan beredarnya berita kematian salah satu anggota boyband SHINee, Jonghyun. Pria asal Korea tersebut ditemukan tak bernyawa pada Senin (18/12) sore lalu. Menurut dugaan sumber informasi setempat, penyanyi kelahiran 8 April 1990 itu meracuni diri dengan menghirup Karbon Monoksida yang dihasilkan dari pembakaran briket batubara di wajan.

Tak hanya Jonghyun, sederet artis, musisi bahkan orang biasa di berbagai belahan dunia tercapat juga nekad melakukan aksi serupa. Disadari atau tidak, aksi bunuh diri yang melanda hampir si seluru penjuru dunia ini merupakan fenomena memngerikan. Menurut data dari World Health Organization (WHO) mennjukkan, setiap tahunnya ada sekitar 800 ribu orang meninggal dengan cara bunuh diri.

Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mengapa seseorang nekad melakukan tindakan yang justru merugikan diri sendiri? Rupanya aksi bunuh diri dipengaruhi banyak faktor. Diantaranya masalah ekonomi, konflik dengan keluarga, masalah hubungan dengan kekasih, korban bullying atau pelecehan seksual serta terorisme.

Beberapa faktor yang disebutkan sebelumnya merupakan faktor yang berasal dari eksternal. Sementara itu, keinginan bunuh diri terkadang muncul karena dipicu oleh kondisi kesehatan mental seseorang. Dilansir dari laman Alodokter, 5 kondisi ini ternyata bisa memicu seseorang melakukan bunuh diri:

Gangguan bipolar

Seseorang dengan gangguan bipolar memiliki risiko 20 kali lebih tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri dibandingkan dengan mereka yang normal. Penderita gangguan bipolar kerap mengalami perubahan suasana hati sangat drastis dalam kurun waktu yang sempit. Mereka bisa merasa sangat gembira dan bersemangat, namun juga mendadak berubah menjadi sedih, kehilangan semangat bahkan depresi.

Depresi berat

Ciri-ciri umum pada orang yang mengalami depresi berat adalah adanya perasaan putus asa, suasana hati buruk, merasa lelah, atau kehilangan minat dan motivasi. Kondisi semacam ini akan berdampak buruk bagi kehidupan orang tersebut. Sehingga dalam kurun waktu tertentu bisa memicu orang untuk lebih mungkin mencoba untuk bunuh diri. 

Gangguan kepribadian

Gangguan kepribadian merupakan suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir dan perilaku  tidak sehat. Dengan kata lain, mereka punya kebiasaan yang berbeda dengan umumnya orang normal. Dalam situasi ini, orang tersebut sulit untuk merasakan, memahami, atau berinteraksi dengan orang lain. Gangguan kepribadian disebabkan oleh kombinasi dari situasi atau latar belakang kehidupan yang tidak menyenangkan dengan gen yang membentuk emosi seseorang yang diwariskan dari orang tuanya.

Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan serius yang mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bertindak. Individu dengan kondisi ini sering mengalami kesulitan membedakan realitas dari ilusi mereka. Akibatnya, mereka seringkali menjadi penyendiri dan mengalami kesulitan bergaul dengan orang lain serta sulit berurusan dengan situasi sosial. Diperkirakan, 1 dari 20 orang dengan skizofrenia akan mencoba untuk bunuh diri.

Anoreksia nervosa

Menjauhi makanan sebisa mungkin dan selalu berbohong bahwa mereka tidak lapar atau sudah makan. Itulah tanda-tanda pengidap anoreksia. Penderita merasa dirinya gemuk sehingga membuat mereka terus-menerus menurunkan berat badan. Diperkirakan 20 persen pengidap anoreksia akan melakukan percobaan bunuh diri setidaknya sekali selama hidupnya.

 

Komentar