No icon

Waspada 5 Makanan Pemicu Stroke

Pocimedia.com - Penyakit stroke menjadi momok yang sangat menakutkan di masyarakat, sebab dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian.

Berdasarkan data hasil RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) angka penderita stroke di Indonesia semakin meningkat. Prevalensi stroke di Indonesia mencapai 12 orang per 1.000 penduduk. Hal tersebut dipicu gaya hidup masyarakat yang cenderung mengonsumsi makanan kurang sehat sebagai pemicu salah satu faktor penyebab stroke.

Ada 5 makanan yang perlu kita waspadai sebagai pemicu stroke seperti:

1. Makanan manis: Makanan manis sungguh menggugah selera, namun mengonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan peningkatan glukosa kadar gula dalam darah. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis bisa menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memicu terjadi stroke.

Dalam jangka panjang, dengan kadar gula darah tinggi pada tubuh bisa merusak pembuluh darah dan jaringan, penyebab diabetes, gangguan penglihatan, kerusakan saraf, dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

2. Daging merah

Hasil riset Harvard School of Public Health mengungkap bahwa konsumsi sajian daging merah sebanyak 2 porsi atau lebih setiap hari dapat menyebabkan risiko terkena stroke hingga mencapai 28 persen bagi pria. Satu sajian daging merah setara dengan 4-6 ons daging.

Bagi wanita yang tiap hari makan dua sajian daging merah berisiko terserang stroke 19 persen lebih tinggi dibanding yang makan daging lebih sedikit.

Kandungan lemak jenuh di daging merah mampu menimbulkan plak protein dalam pembuluh darah. Penumpukan plak ini dapat menyumbat arteri sehingga meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.

3. Keripik, kerupuk dan gorengan

Beragam kudapan, seperti muffin, donat, keripik, kerupuk atau camilan panggang lain biasanya menjadi makanan wajib saat menemani aktivitas Anda. Padahal semua jenis kudapan itu mengandung lemak trans tinggi yang dapat meningkatkan risiko stroke.

Lemak trans memiliki beberapa sifat jahat, seperti menyumbat saluran pembuluh darah dan meningkatkan konsentrasi lipid (lemak) pada tubuh. Lemak jenis ini juga dapat meningkatkan Kolesterol jahat dalam darah serta menurunkan Kolesterol baik.
 

4. Minuman soda

Menurut hasil studi Institute for Health Clinic dan Harvard University Cleveland, pemanis tambahan di soda dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin sehingga bisa memicu terjadinya peradangan dan resistensi insulin.

Bila keadaan itu terus-terusan terjadi, suplai oksiden melalui pembuluh darah ke otak bisa mengalami penyumbatan akibat zat aktif yang terdapat dalam soda.

5. Makanan kaleng dan cepat saji

Makanan kaleng dan cepat saji umumnya mengandung kadar sodium dan garam tinggi. Konsumsi berlebihan dua zat ini dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Apabila Anda ingin tetap mengonsumsi makanan dengan kandungan sodium dan garam maksimal adalah 1.500 miligram (mg) perhari. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Asosiasi jantung dan Stroke Amerika Serikat.

Sebelum Anda membeli makanan kaleng dan kemasan baca dahulu label makanan dengan teliti. Anda juga wajib waspada dengan sodium dalam bentuk lain, seperti baking soda, baking powder, MSG (monosodium glutamate), disodium phosphate, sodium alginate yang biasanya ada pada ragam kue kering, roti dan snack ringan dalam kemasan.

Komentar