Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1
Bekraf Dorong Perekonomian Nasional Lewat Startup Kuliner
No icon

Bekraf Dorong Perekonomian Nasional Lewat Startup Kuliner

Pocimedia.com, Medan – Badan Ekonom Kreatif (Bekraf) berencana menjaring pengusaha rintisan kuliner nasional. Melalui flatform Food Startup Indonesia, bekraf bakal memilih 100 startup kuliner terbaik yang akan berkesempatan untuk memperluas jaringan. Upaya ini dilakukan guna mendorong perekonomian nasional, terutama di sektor makanan.

"Penjaringan startup kuliner itu dilakukan dalam program Demoday Food Startup Indonesia atau FSI 2018. Pengusaha diharapkan memanfaatkan momentum itu," ujar Deputi Akses Permodalan Bekraf," Fajar Hutomo di Medan, dikutip dari laman republika online (15/2).

Pernyataan itu disampaikannya usai pelaksanaan sosialisasi Demody FSI di Medan, dan selanjutnya digelar di sembilan kota lainnya. Mulai Bandung, Makassar, Belitung, Semarang, Banjarmasin, Malang, Yogyakarta,Surabaya dan Mataram. Fajar menyatakan bahwa 100 startup terbaik akan dapat kesempatan untuk memperluas jaringan, scale up melalui mentoring sekaligus menarik minat investor melalui pitching.

FSI, lanjut Fajar, sudah diinisiasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia sejak akhir 2016. Pada 2017, FSI berhasil menjaring 2.005 data pelaku ekonomi kreatif kuliner dari seluruh Indonesia dan telah berhasil mengkurasi 150 food startup dan memilih tiga terbaik.

Ketiga FSI terbaik Tahun 2017 itu adalah Matchamu, Ladang Lima dan Chillibags. Ketiganya sudah ekspor. "Demoday FSI dilakukan Bekraf karena sub sektor kuliner dinilai masih sangat menjanjikan di Indonesia untuk menggerakkan perekonomian nasional," katanya.

Dia menyebutkan, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB terus meningkat dari sekitar Rp 700 triliun hingga Rp 750 triliun pada 2014 menjadi mendekati Rp 1.000 triliun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, dari hampir Rp1.000 triliun itu, kontribusi sub sektor kuliner mencapai 43 persen. Setelah kuliner, disusul fesyen 18 persen dan hasil kerajinan 16 persen.

Komentar