No icon

Hari Sumpah Pemuda

Bukan Hanya Artikulasi, Juga Komitmen

Surabaya, pocimedia.com -  ‘Berikan aku seribu pemuda, maka aku akan mengubah dunia’, sepotong pekikan yang pernah dilontarkan oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno di hadapan jutaan masyarakat Indonesia. Mengapa saat itu Bung Karno hanya menyebut pemuda. Apa yang menjadi kelebihan kaum pemuda dibandingkan lainnya?
Semasa kuliah mungkin sebagian dari kita pernah mendengar bahwa pemuda adalah agen perubahan ‘Agent of Change’. Semangat, kekuatan yang luar biasa ditambah dengan karya inovasi serta pemikiran pemuda Indonesia masa penjajahan dulu menjadi bukti betapa hebatnya kaum pemuda. 
Semangat persatuan intelektual muda patutlah dijadikan inspirasi sekaligus motivasi bagi masyarakat masa kini. Apalagi jika kita memperhatikan kondisi Indonesia yang seakan terpuruk. Bentrokan terjadi dimana-mana hingga menumpahkan darah, kriminalitas, narkoba, tindakan asusila dan lain-lain.
Meski demikian, tidak semua pemuda Indonesia saat ini berperilaku buruk. Faktanya masih ada sebagian kaum muda intelektual, inovatif dan berupaya membangun negeri ini. Sebagian deretan CEO bisnis di Indonesia misalnya, dikuasai oleh pemuda. Seperti bos Ecommerce bukalapak.com atau Muhammad Al Fatih Timur yang menjadi CEO sekaligus Cofounder situs kitabisa.com, social entrepreneur.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatu pada Tanggal 28 Oktober memanglah dirayakan sekali dalam setahun. Namun nilai atau semangat juang menyebarkan pesan persatuan dan kesatuan itulah yang harus tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Artikulasi Sumpah Pemuda bukan hanya sebatas seremonial, namun juga harus disertai komitmen untuk menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.aish

Komentar