No icon

Waspada Siklon Tropis Dahlia

Indonesia Darurat Bencana

Surabaya, pocimedia.com – Minggu terakhir bulan November lalu, Indonesia khusunya masyarakat yang ada di Pulau Jawa dan Bali mengalami duka. Pasalnya, keberadaan siklon tropis Cempaka menyebabkan cuaca ekstem sehingga menimbulkan bencana dahsyat seperti banjir bandang, longsor dan angin puting beliung.

"Cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir, longsor dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh posko BNPB, bencana tersebut sudah menerpa sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Diantaranya Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Magetan, Serang, Cilacap, Sragen, Boyolali, Trenggalek, Sukabumi, Purworejo, Magelang, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.

Meski siklon tropis Cempaka terpantau menjauhi wilayah Indonesia, sayangnya masyarakat Indonesia belum bisa merasa tenang. Analisa dari BNBP menyatakan munculnya siklon tropis Dahlia. “pergeseran siklon tropis Dahlia terpantau ke arah Tenggara dengan kecepatan gerak 13 kilometer per jam,” ujarSutopo. Dalam prediksinya, posisi siklon tropis berada di Samudera Hindia, sebelah selatan tenggara Jakarta dengan kecepatan angin maksimum 95 kilometer per jam dan bergerak ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia.

Tidak berbeda dengan sebelumnya, siklon tropis tersebut juga mengakibatkan perbahan cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang. Potensi hujan lebat dan angin kencang akan terjadi mulai dari pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten bagian Selatan, DKI Jakarta dan Jawa Barat bagian Selatan. Termasuk juga potensi angin kencang dengan kekuatan 20 knot di daerah sama.

"Diperkirakan akan tetap terjadi hujan deras dengan intensitas 50 milimeter per hari dan atau angin kencang dengan kecepatan lebih dari atau sama dengan 50 kilometer per jam," ujar Sutopo melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/11/2017).

Bencana yang terjadi dalam rentan waktu tiga hari [27-29 November 2017] menyebabkan kerugian baik materi maupun non materi. Ratusan warga meninggal dunia akibat hanyut dan tertimbun longsor sisanya di pengungsian, sementara itu ratusan ribu rumah warga rusak akibat angin dan ribuan hektare lahan pertanian terendam banjir

"Penanganan darurat masih dilakukan di daerah. Status tanggap darurat pun sudah ditetapkan oleh kepala daerah. Saat ini siklon tropis Cempaka sudah menjauh dan tenaganya berkurang. Tidak memberikan dampak yang kuat lagi," kata Sutopo. ash

Komentar