No icon

Usulan Upah Minimum Kerja Tahun 2018

UMK Gresik dan Surabaya Beda Tipis

Surabaya, pocimedia.com – Jelang penentuan upah minimum kabupaten/kota (UMK), ruas jalan di sebagian kota di Provinsi Jawa Timur dipadati oleh aksi buruh. Permintaan ratusan buruh itu pada dasarnya sama. Yaitu kenaikan UMK pada tahun 2018 mendatang.

Kemarin (2/10), ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Mojokerto menggelar aksi demo di depan Pemkab Mojokerto. Mereka menuntut kenaikan UMK sebesar Rp 650 ribu

“Kami minta UMK naik 650 ribu, Bupati wajib merekom UMK 2018 sebesar Rp 3,9 Juta, dan kami menolak PP 78 tahun 2015, ” seru Eka Herawati, perwakilan buruh dalam orasinya di depan halaman Pemkab Mojokerto.

Diperkirakan, UMK Kota Mojokerto Tahun 2018 mendatang akan naik tipis. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kota Mojokerto, Hariyanto mengaku mengusulkan kenaikan upah buruh sebesar 8,7 persen.

"Usulan kita kenaikan UMK sebesar 8,7 persen. Tapi apakah usulan itu nanti terealisasi atau tidak, itu tergantung persetujuan Gubernur," kata Hariyanto dihubungi melalui telepon, Kamis (2/11).

Sementara untuk Kabupaten Gresik, besaran UMK yang diusulkan senilai Rp 3.580.369.56, atau ada kenaikan Rp 286.864.31 dari UMK 2017 sejumlah Rp 3.293.505 25. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Gresik, Mulyanto SH menyatakan bahwa usulan tersebut saat ini masih dalam tahap penggodokan.

"Pembahasannya melibatkan sejumlah komponen termasuk DP (Dewan Pengupahan)," ujarnya.

Nilai UMK Kab.Gresik ini hanya berselisih Rp 3 ribu dari UMK yang diajukan kota Surabaya. Kenaikan UMK yang diusulkan oleh Surabaya senilai Rp 3.583.312.61 dari jumlah UMK sebelumnya 3.296.212,50. Sedangkan urutan ketiga ditempati Sidoarjo, yang mengusulkan UMK sebesar Rp 3.577.428.68 untuk tahun depan.ash

Komentar