No icon

isu-PKI

Ketua Umum PBNU "Isu PKI Digulirkan untuk Kepentingan Politik"

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan isu PKI memang sering diangkat setiap bulan September. Menurut dia, tujuan dari isu itu adalah hanya untuk memojokkan berbagai kalangan.

"Setiap bulan September isu PKI sering diangkat hanya tujuannya memojokkan NU. Ada yang memojokkan TNI Orde Baru," ucap Said di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat, 22 September 2017.

Menurut Said, isu PKI disebar hanya digunakan untuk tujuan politik semata, bukan untuk memperbaiki sejarah yang ada.

"Kalau memang dalam film ada kesalahan, ayo perbaiki. Bukan isu itu yang diangkat untuk memojokkan siapa pun," ujar dia.

Said mengatakan, pemutaran film G30S / PKI seharusnya dibarengi dengan dengan adanya film-film tentang sejarah pengkhianatan lain di Indonesia. Seperti halnya, berbagai pemberontakan hingga tragedi berbagai bom di Tanah Air.

"Saya setuju film G30S/PKI diputar dan dibuat kembali. Tetapi buatlah film sejarah tentang pemberontakan DI/TII, PRRI, Permesta, PKI Madiun 1948 dan bom Bali, bom Thamrin, dan bom-bom lain yang pernah terjadi," ujar dia.

Tak hanya itu, menurut Said, dibuatnya film pengkhianatan lain dapat memperjelas sejarah bahwa bukan hanya pemberontakan PKI 1965 saja yang patut dikutuk. Sehingga sejarah yang ada dapat dijadikan sebagai pelajaran berbangsa.

"Silakan tonton dengan segala kekurangannya, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. Sejarah bangsa kita dibentuk bukan oleh sejarah 1965 itu. Yang berdosa bukan PKI saja," ujar Said.

Komentar